Internasional Summer School Program 2026: Thai Art, Culture and Contemporary Creative Exchange

Internasional Summer School Program 2026: Thai Art, Culture and Contemporary Creative Exchange

 Oleh: Cantik Gemilang Kasih Purba, Vidiajeng Maretha, Sefina Triadinda Veronica

Thailand – Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta turut berpartisipasi dalam International Summer School Program 2026: Thai Art, Culture and Contemporary Creative Exchange yang diselenggarakan oleh Fakultas Painting, Sculpture and Graphic Arts, Silpakorn University. Program internasional ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan kreativitas seni budaya bagi mahasiswa dan dosen dari berbagai negara Asia.

Kegiatan yang berlangsung pada 4–10 Mei 2026 ini diikuti oleh peserta dari Thailand, Indonesia, China, dan Vietnam. Indonesia diwakili oleh ISI Yogyakarta dan Telkom University. Selain bertujuan memperluas wawasan akademik dan seni, program ini juga menjadi sarana memperkuat jejaring kerja sama internasional antarperguruan tinggi.

Pada hari pertama, seluruh peserta tiba di Thailand dan mulai membangun interaksi awal dengan mahasiswa dari berbagai negara. Suasana kebersamaan semakin terasa pada hari berikutnya melalui sesi perkenalan, diskusi kelompok, serta kegiatan kreatif yang mendorong pertukaran ide dan pengalaman lintas budaya. Peserta juga berkesempatan mengenal lingkungan akademik dan fasilitas seni melalui tur kampus Silpakorn University, termasuk kunjungan ke galeri seni kampus.

Salah satu agenda penting dalam program ini adalah presentasi budaya dari masing-masing negara peserta. Mahasiswa ISI Yogyakarta yang terdiri atas Cantik Gemilang Kasih Purba, Vidiajeng Maretha, Sefina Triadinda Veronica, Nathania, dan Naura memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui presentasi dan workshop Tari Pendet dari Bali serta Tari Tortor dari Sumatra Utara. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta internasional yang turut mencoba mempelajari gerak dan memahami nilai budaya yang terkandung dalam kedua tarian tersebut.

Program juga menghadirkan pengalaman budaya secara langsung melalui cultural study visit di wilayah Nakhon Pathom, Thailand. Peserta mengunjungi berbagai situs budaya dan sejarah, termasuk Wat Phra Pathom Chedi yang merupakan salah satu stupa Buddha terbesar di Thailand. Selain mempelajari sejarah dan spiritualitas masyarakat Thailand, peserta juga menikmati wisata Sungai Don Wai serta mengunjungi galeri yang menyimpan berbagai artefak dan peninggalan seni prasejarah Thailand.

Dalam bidang seni rupa, peserta mengikuti Collaborative Studio Workshop yang memperkenalkan teknik seni cetak (printmaking). Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari berbagai negara berkolaborasi menciptakan karya berbasis identitas dan pengalaman pribadi yang kemudian diaplikasikan pada media gelas menggunakan teknik cetak khusus. Workshop tersebut menjadi ruang belajar yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi lintas budaya.

Puncak kegiatan berlangsung pada acara penutupan yang diisi dengan pertunjukan seni dan final exhibition. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa Indonesia kembali menampilkan Tari Pendet dan Tari Tortor sebagai representasi budaya Nusantara di forum internasional. Selain itu, berbagai karya hasil workshop dipamerkan sebagai bentuk apresiasi terhadap proses kreatif dan kolaborasi yang terjalin selama program berlangsung.

Kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat kepada seluruh peserta dan dosen, disertai suasana haru saat para peserta dari berbagai negara saling bertukar kenang-kenangan dan mengucapkan perpisahan. Sebagai agenda penutup, peserta mengikuti city trip di Bangkok sebelum kembali ke negara masing-masing.

Partisipasi mahasiswa ISI Yogyakarta dalam International Summer School 2026 menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia di tingkat global. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik dan artistik, tetapi juga membangun hubungan persahabatan lintas negara yang berharga bagi pengembangan seni dan budaya di masa depan.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *