Tiga Karya Dosen Jurusan Tari ISI Yogyakarta Raih Gold Medal di Ajang Internasional
Yogyakarta — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dosen-dosen Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Yogyakarta dalam ajang internasional inovasi seni. Tiga karya koreografi yang diusung berhasil meraih penghargaan Gold Medal, menandai kontribusi aktif kampus seni ini dalam pengembangan kreativitas dan penelitian artistik di tingkat global.
Karya berjudul Sinous Movement Serenade yang digarap oleh Dra. Setyastuti, M.Sn. bersama Dindin Heryadi, M.Sn. menjadi salah satu karya unggulan dengan pendekatan visual dan gerak yang memadukan estetika kontemporer dan narasi tubuh. Sementara itu, Dr. Y. Adityanto Aji berhasil mengangkat filosofi unsur alam dalam karyanya bertajuk Panca Mahabuta. Karya ketiga yang juga meraih penghargaan Gold Medal adalah Raksa Bhumi, hasil kolaborasi antara Ni Kadek Rai Dewi A, M.Sn., Dr. I Nyoman Cau A, M.Sn., dan Agustin Anggraeni, S.S., yang mengeksplorasi tema pelestarian bumi melalui bahasa tubuh dan musik etnik.
Capaian ini menunjukkan komitmen kuat Jurusan Tari ISI Yogyakarta dalam mendorong inovasi seni pertunjukan yang berakar pada tradisi, namun mampu menjawab tantangan estetika dan isu-isu global secara kreatif. Prestasi ini juga menjadi bukti nyata kiprah dosen dalam riset dan kolaborasi lintas disiplin yang berdampak luas bagi perkembangan seni di Indonesia.
Dosen Jurusan Tari Raih Program Seni Inovasi Seni Nusantara 2026
Kabar membanggakan datang dari Jurusan Tari. Salah satu dosen terbaik, Ibu Galih Prakasiswi, S.Sn., M.A, berhasil terpilih sebagai penerima Program Inovasi Seni Nusantara 2026, sebuah ajang bergengsi yang mendukung pengembangan karya seni inovatif berbasis kekayaan budaya Indonesia.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata atas dedikasi, konsistensi, dan komitmen beliau dalam mengembangkan praktik serta pemikiran seni, khususnya di bidang tari. Melalui kiprah akademik dan kreatifnya, Ibu Galih terus menghadirkan gagasan-gagasan segar yang tidak hanya memperkaya ranah kesenian, tetapi juga memperkuat posisi seni tradisi dalam konteks kekinian.
Program ini diharapkan menjadi ruang eksplorasi yang semakin luas bagi beliau untuk menciptakan karya-karya inovatif yang berakar pada nilai-nilai budaya Nusantara. Kontribusi tersebut tentu tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan dan seni, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas sebagai bagian dari pelestarian dan transformasi budaya.
Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika, khususnya di lingkungan Jurusan Tari, untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam memajukan seni budaya Indonesia.
Selamat dan sukses atas pencapaian yang diraih. Semoga semangat berkarya senantiasa menyala dan terus menginspirasi generasi penerus.