Learning Collaboration Showcase Warnai Overseas Immersion Program NAFA–ISI Yogyakarta

Learning Collaboration Showcase Warnai Overseas Immersion Program NAFA–ISI Yogyakarta

Oleh : Anggun Ida Mawadda

Yogyakarta, 17 Juli 2026 – Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta bersama Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA), Singapore sukses menyelenggarakan Learning Collaboration Showcase sebagai bagian dari rangkaian Overseas Immersion Program (OIP). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas budaya sekaligus memperkuat kerja sama akademik dan artistik antara kedua institusi melalui pertunjukan seni yang memadukan tradisi dan kreativitas kontemporer.

Bertempat di Teater Arena FSP ISI Yogyakarta, pertunjukan berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026, pukul 16.00–17.30 WIB, dan terbuka untuk masyarakat tanpa dipungut biaya. Antusiasme penonton menunjukkan besarnya apresiasi terhadap hasil kolaborasi mahasiswa dari kedua institusi.

Mengusung kisah klasik Candra Kirana dan Panji Asmarabangun, pertunjukan mengangkat tema tentang perjalanan cinta, perpisahan, pencarian, dan pertemuan kembali yang dibalut dalam lakon Ande-Ande Lumut. Cerita yang telah lama menjadi bagian dari khazanah budaya Nusantara tersebut dihadirkan melalui pendekatan artistik yang segar, mempertemukan nilai-nilai tradisi dengan perspektif lintas budaya.

Pentas kolaborasi ini menampilkan perpaduan berbagai disiplin seni pertunjukan, yakni Karawitan, Tari, Pedalangan, dan Teater. Mahasiswa dari School of Theatre, Nanyang Academy of Fine Arts, Singapore, berkolaborasi bersama sivitas akademika Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta dalam proses kreatif yang melibatkan pembelajaran, eksplorasi artistik, serta pertukaran pengetahuan mengenai seni pertunjukan tradisional Indonesia.

Pada kelas tari, para mahasiswa NAFA mendapatkan pendampingan langsung dari Anggun Ida Mawadda, S.Sn., M.Sn. sebagai Instruktur Tari, dengan didampingi Nurma Mitzuhu sebagai Asisten Instruktur Tari. Selama program berlangsung, peserta mempelajari dasar-dasar gerak tari gaya Yogyakarta sekaligus mengaplikasikannya ke dalam pertunjukan kolaboratif.

Mahasiswa kelas tari memperoleh kesempatan untuk menampilkan koreografi pada adegan pembuka (opening), khususnya pada adegan Putri Hilang, dengan sentuhan gerak tari gaya Yogyakarta yang disesuaikan dengan kebutuhan dramatik pertunjukan. Selain itu, mereka juga mempelajari teknik dan karakterisasi dalam Tari Topeng Panji, sehingga dapat memahami keterkaitan antara gerak, karakter, dan narasi dalam tradisi pertunjukan Panji.

Sebagai penutup pertunjukan, para mahasiswa turut membawakan Tari Sekar Pangesthi, sebuah karya cipta Dra. Tutik Winarti, M.Hum. Tarian tersebut dihadirkan sebagai representasi adegan persembahan pada bagian akhir (ending), memberikan penutup yang sarat makna sekaligus memperlihatkan kemampuan mahasiswa dalam menguasai teknik, ekspresi, dan estetika tari gaya Yogyakarta yang telah dipelajari selama program berlangsung.

Melalui proses latihan intensif dan pendampingan para dosen serta seniman, para peserta tidak hanya mempelajari aspek teknis pertunjukan, tetapi juga memahami filosofi, nilai budaya, dan estetika yang terkandung dalam kisah Panji. Kolaborasi ini menjadi pengalaman pembelajaran yang memperkaya wawasan mahasiswa mengenai praktik seni pertunjukan dalam konteks internasional.

Program Overseas Immersion Program merupakan wujud komitmen NAFA dan ISI Yogyakarta dalam membangun jejaring pendidikan seni di tingkat global. Melalui kegiatan seperti Learning Collaboration Showcase, kedua institusi berharap dapat memperluas kesempatan mahasiswa untuk belajar secara kolaboratif, mengembangkan kreativitas lintas budaya, serta memperkuat diplomasi budaya melalui seni pertunjukan.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya menghasilkan sebuah pertunjukan yang berkualitas, tetapi juga mengalami proses pembelajaran yang mendalam melalui pertukaran budaya, praktik artistik, dan kerja sama lintas disiplin. Learning Collaboration Showcase menjadi bukti bahwa seni pertunjukan mampu menjadi media yang efektif untuk membangun dialog budaya, mempererat hubungan antarbangsa, serta melahirkan generasi seniman yang memiliki wawasan global tanpa meninggalkan akar tradisi lokal

Search
Categories

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *