
Yogyakarta, 14 Agustus 2025 — Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menerima kunjungan dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Rombongan berjumlah 4 dosen dan tenaga kependidikan serta 30 mahasiswa lintas disiplin ilmu, mulai dari hukum, sains & teknologi, dakwah, hingga bahasa Inggris.
Sejak pagi hingga siang, kegiatan berlangsung penuh semangat. Agenda diawali dengan pertemuan dosen USIM bersama Jurusan Tari untuk menjajaki kemungkinan kerja sama akademik dan penandatanganan IA. Sementara itu, mahasiswa USIM berkeliling kampus: mengenal dan mencoba bermain gamelan di Jurusan Karawitan, berfoto dengan karya patung yang dipamerkan di Yogyakarta International Contemporary Art Festival (YICAF) #3, termasuk patung Dewi Saraswati ikon ISI Yogyakarta. Mereka juga berkunjung ke Jurusan Etnomusikologi, bertemu Sekretaris Jurusan dan dosen, mengenal berbagai instrumen musik etnis Nusantara.

Di Jurusan Tari, rangkaian workshop dimulai dengan tari Zapin Malaysia, yang melibatkan mahasiswa USIM bersama 11 mahasiswa Tari ISI. Dilanjutkan dengan flashmob Menari Bersama karya mahasiswa MBKM Woh Gama (2023), yang memadukan unsur tari kerakyatan Yogyakarta: Angguk, Badui, dan Montro. Mahasiswa Tari ISI menjadi instruktur, sehingga tercipta suasana belajar interaktif lintas budaya.
Sesi siang ditutup dengan pentas seni. Mahasiswa USIM menampilkan lagu, tari, puisi, dan pencak silat. Dari ISI Yogyakarta hadir karya “Janger Abhinaya” garapan Ni Kadek Rai Dewi Astini, M.Sn. serta Beksan Wanara yang energik. Pertemuan budaya ini berakhir dengan Dikir Barat bersama, dibawakan oleh seluruh dosen dan mahasiswa USIM serta ISI. Duduk berselang-seling, suasana kebersamaan dan persahabatan begitu terasa, memperlihatkan semangat seni sebagai bahasa universal yang mempersatukan.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi lebih erat antara ISI Yogyakarta dan USIM dalam bidang seni, budaya, dan pendidikan lintas disiplin.