Yogyakarta – Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai kegiatan purna tugas Prof. Dr. I Wayan Dana sebagai salah satu akademisi dan seniman tari yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan pendidikan seni, khususnya di lingkungan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penghargaan atas dedikasi, pengabdian, serta perjalanan panjang beliau dalam dunia akademik dan kesenian.
Selama menjalankan tugas sebagai dosen dan guru besar, Prof. Dr. I Wayan Dana dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam mengembangkan keilmuan tari, baik melalui proses pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Kiprahnya tidak hanya memberikan pengaruh bagi mahasiswa dan sivitas akademika, tetapi juga bagi perkembangan seni pertunjukan Indonesia secara lebih luas.
Rangkaian acara berlangsung hangat dan penuh makna melalui penampilan Tari “Sekar Pudyastuti” dari Jurusan Tari ISI Yogyakarta, Tari Topeng “Pangelembar Keras” oleh Francis El Nathan Hardianto, Tari “Janger Abhinaya” garapan Ni Kadek Rai Dewi Astini, M.Sn bersama Dr. Nyoman Cau Arsana, S.Sn., M.Hum, penampilan komedi “Double S”, hingga puncak emosional ketika Prof. Dr. I Wayan Dana membawakan Tari “Baris Solo” yang merepresentasikan perjalanan panjang pengabdian dan kecintaannya terhadap seni tari.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan poster buku Menyulam Gerak, Menarikan Zaman sebagai simbol perjalanan panjang pemikiran, karya, dan dedikasi Prof. Dr. I Wayan Dana dalam dunia seni pertunjukan Indonesia. Buku tersebut menjadi representasi atas kontribusi intelektual dan artistik beliau selama berkarya di lingkungan akademik maupun masyarakat seni.

Bagi Jurusan Tari ISI Yogyakarta, purna tugas Prof. Dr. I Wayan Dana bukan sekadar penanda berakhirnya masa pengabdian formal sebagai dosen, melainkan juga momentum untuk melanjutkan nilai-nilai keteladanan yang telah beliau bangun selama ini. Pemikiran, karya, dan semangat pengabdiannya akan terus hidup melalui generasi mahasiswa, alumni, serta perkembangan pendidikan seni tari di masa mendatang.
Melalui kegiatan apresiasi ini, keluarga besar Jurusan Tari ISI Yogyakarta menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya atas seluruh dedikasi, ilmu, serta kontribusi Prof. Dr. I Wayan Dana bagi dunia pendidikan seni dan perkembangan seni tari Indonesia.




