Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia Yogyakarta kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional melalui partisipasi dalam ajang International Conference on Art and Culture for Sustainable Development (ICASD) ke-4 yang diselenggarakan oleh Mahasarakham University, Thailand. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 2–3 April 2026 dengan mengusung tema “Art and Culture: Redefining Creation in the Age of Artificial Intelligent.”
Konferensi dan festival internasional ini diselenggarakan oleh Mahasarakham University, Faculty of Applied Art and Culture Science sebagai wujud komitmen dalam membangun ruang kolaborasi global di bidang seni dan budaya secara berkelanjutan. Pada tahun ini, terdapat tujuh negara yang berpartisipasi, yaitu Thailand, Indonesia, Laos, Filipina, India, China, dan Vietnam, yang masing-masing mengirimkan delegasi untuk mengikuti rangkaian konferensi dan festival tari.
Dalam sesi konferensi yang berlangsung pada 2 April 2026, Jurusan Tari ISI Yogyakarta diwakili oleh M. Heni Winahyuningsih, yang mempresentasikan hasil pengamatan dan penelitian singkat mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pelestarian dan pengembangan seni tradisional di Yogyakarta. Presentasi ini menjadi kontribusi penting dalam diskusi mengenai peran teknologi dalam menjaga keberlanjutan seni budaya di era digital.
Sementara itu, pada Festival Tari Internasional yang digelar pada 3 April 2026, delegasi Indonesia menampilkan dua repertoar tari, yaitu Tari Oleg Tamulilingan yang dibawakan oleh Ni Made Mia Subandriani bersama Oky Bima Reza Afrita, alumni Jurusan Tari yang kini menjadi pengajar di Chulalongkorn University. Selain itu, ditampilkan pula Beksan Menak Rengganis Widaninggar yang dibawakan oleh M. Heni Winahyuningsih bersama Agatha Irena.
Partisipasi Jurusan Tari FSP ISI Yogyakarta dalam forum internasional ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam memperluas jejaring kerja sama global sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tari Indonesia di kancah dunia. Kehadiran delegasi ISI Yogyakarta diharapkan semakin memperkuat posisi seni pertunjukan Indonesia sebagai bagian penting dari perkembangan seni budaya global yang berkelanjutan.





